Kota Berpotensial Untuk Penanaman Modal Asing di Indonesia

Kota Berpotensial Untuk Penanaman Modal Asing di Indonesia – Sebagai negara yang unik dengan berbagai sumber daya yang tidak terhitung dan keragaman yang membuatnya kaya dengan berbagai potensi bisnis, investasi asing langsung di Indonesia harus sangat diperhatikan.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki prospek tersendiri yang dapat menarik investor asing untuk melakukan usaha atau penanaman modal asing.

Akan tetapi, dua destinasi favorit yang dikenal perusahaan asing hanya Jakarta dan Bali, padahal kenyataannya kota-kota besar Indonesia lainnya juga memiliki permata tersembunyi yang bisa menjadi tambang emas Anda selanjutnya.

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa kota yang paling ramah investasi untuk investasi asing langsung di Indonesia, selain Jakarta dan Bali.

1. Surabaya, Jawa Timur

Kota Berpotensial Untuk Penanaman Modal Asing di Indonesia

Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan properti tertinggi. Bahkan, kota ini masuk dalam lima besar kota di Asia untuk berinvestasi di sektor properti.

Salah satu alasannya karena kota ini merupakan gerbang bisnis bagi perusahaan yang ingin berinvestasi di wilayah timur provinsi Indonesia. Selain itu, Surabaya juga menguntungkan untuk sektor industri dan perdagangannya.

Salah satu keuntungan besar berinvestasi di metropolitan ini adalah biaya sumber daya dan biaya hidup yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan ibukota besar Jakarta.

Kondisi ini akan mengurangi biaya awal untuk memulai dan menjalankan perusahaan asing baru. Banyak perusahaan di negara tetangga, seperti Singapura dan Australia yang meningkatkan minat untuk berinvestasi di ibu kota Jawa Timur ini.

Pemda Surabaya juga semakin efisien dengan birokrasinya, sehingga PMA lebih mudah mengurus perijinan dan dokumen legal lainnya.

2. Pekanbaru, Sumatera

Pekanbaru ditunjuk menjadi salah satu kota terbaik untuk investasi di Indonesia selama 3 tahun berturut-turut (2014, 2015, dan 2016). Ini adalah kota terbesar ke-9 di Indonesia dengan perputaran uang dan perbankan tertinggi di Indonesia. Saat ini, Pekanbaru menjadi tuan rumah bagi beberapa mega-perusahaan asing di industri perminyakan, minyak, pulp, penggergajian kayu, pengolahan karet, serta CPO.

Selain itu, sebagai salah satu gerbang pariwisata utama, terutama wisatawan dari Asia Tenggara dan negara-negara Asia lainnya, juga merupakan tempat yang sempurna untuk industri pariwisata. Pusat perbelanjaan dan properti adalah kekuatan lain yang dimiliki kota ini yang mengundang banyak PMA baru untuk berinvestasi.

Dengan infrastruktur yang luar biasa, pasar yang dinamis, populasi yang berpenghasilan tinggi, dan tata kelola yang baik, banyak PMA tertarik untuk berinvestasi dengan nilai sekitar 8 triliun rupiah pada tahun 2015 dan diperkirakan akan terus meningkat secara drastis di tahun-tahun mendatang.

3. Bandung, Jawa Barat

Kota Berpotensial Untuk Penanaman Modal Asing di Indonesia

Bandung adalah kota lain yang bagus untuk investasi dan juga tempat yang bagus untuk ditinggali. Kota ini sangat terkenal dengan orang-orang kreatifnya. Industri kreatif menjamur di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini.

Menariknya lagi, banyak perusahaan rintisan yang menunjukkan betapa terbukanya masyarakat dan pemerintah terhadap ide-ide baru. Ini benar-benar tempat yang bagus bagi Anda untuk memulai investasi di kota yang kaya budaya ini.

Apalagi pada tahun 2015, penanaman modal asing langsung di Provinsi Jawa Barat mencapai angka 77 triliun rupiah, melebihi jumlah FDI di Jakarta yang hanya 64 triliun dan jumlah ini terus bertambah, terutama di beberapa kota besar, seperti Bandung (Bandung menyumbang 9,4 triliun rupiah untuk FDI-nya pada 2015).

Beberapa bidang yang berpotensi besar untuk investasi di Bandung antara lain industri kreatif (seperti e-commerce, periklanan, fashion dan pakaian jadi, desain, dll), telekomunikasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata, perumahan dan properti, perawatan kesehatan, barang dan jasa, industri sektor (termasuk logam, pulp, tekstil, agroindustri, elektronik, kimia, dll), lingkungan, serta perdagangan.

4. Yogyakarta

Yogyakarta adalah jantung warisan budaya dan pariwisata di Pulau Jawa. Ini adalah provinsi khusus yang dipimpin oleh seorang Sultan. Selain nilai-nilai tradisionalnya, juga merupakan kota metropolitan di Jawa. Kondisi ini memperkaya dinamika masyarakat modern yang masih peduli dengan alam dan nilai-nilainya.

Terbukti dengan keberadaan salah satu universitas tertua dan terkemuka di Indonesia di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, yang menunjukkan bagaimana Jogjakarta bisa menjadi tempat tinggal yang baik bagi orang-orang dengan latar belakang yang beragam.

Dari sisi investasi, industri pariwisata menjadi magnet terbesar kota ini. Properti adalah bidang lain yang menarik investor karena tanahnya yang luas dengan pemandangan yang indah dan suasana yang sempurna untuk tinggal, belajar, dan berbisnis.

Makanan dan minuman, ritel, otomotif, tekstil, gerabah, kerajinan, furnitur, fashion, perhiasan (terutama perak), dan kulit adalah beberapa industri yang populer di Yogyakarta. Tanahnya yang subur juga cocok untuk sektor pertanian dan agribisnis. Industri transportasi dan permesinan merupakan bidang potensial lainnya di kota ini.

5. Makassar, Sulawesi Selatan

Makassar dalam kepemimpinan Walikota saat ini, sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengundang investor asing di beberapa mega proyeknya, antara lain transportasi, energi, maritim, perikanan, perdagangan, pariwisata, layanan kesehatan, properti, dan infrastruktur.

Khusus untuk properti, Kepala Real Estate Indonesia (REI), mengatakan tahun ini, prospek pengembangan real estate di Makassar positif karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Sulawesi.

Pertumbuhan ekonomi di Makassar sangat tinggi, melebihi daerah-daerah utama di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi ekonomi global yang sulit, Makassar dapat menjaga dirinya dengan baik. Daya beli tetap tinggi, pendapatan per kapita meningkat, dan usaha bertahan, bahkan ada yang berkembang sangat baik.